Datang Selamat, Pulang Selamat

Tagline “Datang Selamat, Pulang Selamat” sering saya jumpai di depan pintu masuk perusahaan-perusahaan baik manufactur maupun konstruksi. Mungkin tujuan dari dipasangnya tulisan tersebut di pintu masuk agar semua orang baik tenaga kerja maupun pihak manajemen lebih aware terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3).

Namun yang jadi pertanyaan besar dari saya, apakah penerapan K3 sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan adanya tagline tersebut?

Beberapa kali saya temui perusahaan dengan luas lahan yang cukup besar namun belum menerapkan K3 di perusahaannya, atau yang lebih dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kebetulan kebanyakan perusahaan manufaktur yang saya temui, meski beberapa perusahaan konstruksi juga demikian.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan, Umum, bahwa kecelakaan kerja terbesar terjadi di sektor manufaktur dan konstruksi yaitu sebesar 32%. Dari beberapa kali pelatihan yang saya ikuti, sumber kecelakaan kerja ada berbagai macam, lingkungan, proses dan tenaga kerja.

Berkaitan dengan tenaga kerja, pembinaan adalah salah satu cara untuk mengendalikan kecelakaan kerja. Dengan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan kecakapan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, diharapkan kecelakaan kerja dapat diminimalisir. Salah satu pengetahuan yang harus dimiliki adalah identifikasi bahaya dan penilaian resiko, yang biasa disebut HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment). Mengapa hal itu diperlukan? Karena dengan pengetahuan mengenai analisa bahaya dan resiko, tenaga kerja dapat menghidari kecelakaan kerja dan penyakit sesuai dengan tempat kerjanya.

Pelaksanaan dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang sesuai dengan peraturan, sangat membutuhkan peran aktif dari tenaga kerja. Dengan adanya kerjasama yang baik antara pihak manajemen dan tenaga kerja mengenai penerapan K3 di perusahaan, maka semakin minim tingkat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Keuntungan yang didapat oleh pihak perusahaan atau pihak manajemen mengenai penerapan K3 yang sesuai adalah meningkatnya produksi sejalan dengan meningkatnya produktivitas karyawan, no accident, low cost.

Be safe, always safe.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s